Visi Misi dan Tujuan Program Studi DIII Fisioterapi

DESKRIPSI

Program Studi DIII Fisioterapi berdiri pada tahun 1995, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK. 00.06.1.1.1678 tanggal 21 April 1994. Pada awal berdirinya, Program Studi Diploma III Fisioterapi bernama Akademi Fisioterapi Muhammadiyah Palembang.

Berdasarkan S K Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.214/D/O/2006, tanggal 8 September 2006 tentang Pendirian Sekolah Tinggi STIKes muhammadiyah Palembang dengan ditambahnya 2 Program Studi Baru, yaitu Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan DIII Kebidanan , sejak tahun 2006 Program Studi Diploma III Fisioterapi menyelenggarakan pendidikan Program Diploma Tiga (D-III) dan sampai sekarang dikenal dengan nama Program Studi DIII Fisioterapi Stikes Muhammadiyah Palembang.

 

VISI

Menghasilkan Ahli Madya fisioterapi yang memiliki kompetensi sesuai dengan pengembangan lembaga pendidikan tinggi Fisioterapi  di Sumatera Selatan pada tahun 2017 dengan mengutamakan aspek profesionalisme dan keislaman serta berdaya saing nasional dan global .

MISI

  1. Menyelenggarakan proses pendidikan Fisioterapi yang berorientasi pada kompetensi profesional serta islami secara nasional dan global.
  2.  Meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan jenjang pendidikan formal dan pelatihan yang berkesinambungan.
  3.   Meningkatkan peran dan fungsi Fisioterapi sesuai tuntutan dan harapan masyarakat.
  4. Meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai perkembangan Program Studi D-III Fisioterapi.

SASARAN

  • Sasaran yang ingin dicapai Program Studi DIII Fisioterapi  STIKes Muhammadiyah Palembang adalah:
  1. Menghasilkan tenaga ahli kesehatan yang berakhlaqul karimah, profesional, mandiri, dan sehat dalam mendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya pada Tahun 2017.
  2.  Menghasilkan lulusan Fisioterapi yang memiliki kemapuan akademik sesuai dengan bidang dan jenjang akademiknya guna mengisi kebutuhan pasar kerja regional, nasional, maupun global pada tahun 2017.
  • Strategi pencapaian yang dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut antara lain :
  1. Pada tahun 2014, akan diadakan penambahan alat-alat praktikum di laboratorium Fisioterapi khususnya alat-alat penunjang mata kuliah terapi latihan. Serta  penambahan  referensi di perpustakaan khususnya jurnal ilmiah.
  2. pada tahun 2015, meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen pengajar.
  3.  Pada tahun 2016, program studi DIII Fisioterapi akan mengusulkan perluasan  ruangan laboratorium  Fisioterapi, (sehingga semua kompetensi praktikum yang ada, dapat dicapai secara maksimal).

KOMPETENSI PROGRAM STUDI

  1. Mampu memberikan pelayanan masalah gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal, serta integument sepanjang rentang kehidupan
  2. Mampu memberikan pelayanan promotif dan preventif masalah gerak dan fungsi pada aspek kesehatan individu dan masyarakat.
  3. Mampu  berkomunikasi dan berkoordinasi baik verbal maupun non verbal secara efektif dengan pasien, teman sejawat, tim medis lain dan masyarakat dalam pelayanan  kesehatan masalah  gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal, serta integument sepanjang rentang kehidupan
  4. Mampu  melaksanakan aspek legal  dan etika  profesi dalam pelayanan  masalah gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal, serta integument sepanjang rentang kehidupan
  5. Mampu melakukan pendidikan/penyuluhan (promosi kesehatan)   masalah gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal serta integument sepanjang rentang kehidupan kepada pasien/klien,keluarga dan masyarakat
  6. Mampu mengelola  pelayanan kesehatan masalah  gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal, serta integument sepanjang rentang kehidupan
  7. Mampu memonitor dan mengevaluasi pelayanan kesehatan masalah gerak dan fungsi.
  8. Mampu membuat karya ilmiah berupa laporan studi kasus fisioterapi
  9. Mampu menggunakan hasil-hasil penelitian dalam melaksanakan pelayanan masalah gerak dan fungsi pada aspek muskuloskeletal dan reproduksi, neuromuskuler dan perilaku, kardiovaskuler pulmonal dan integument sepanjang rentang  kehidupan