Program Studi Ilmu Keperawatan

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Ilmu Keperawatan

SEJARAH

STIKes Muhammadiyah Palembang dimulai dari berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Muhammadiyah Palembang tahun 1984  kemudian  Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) tahun 1994 sedangkan Akademi Fisioterapi (AKFIS) berdiri 1995, seiring dengan perubahan / konversi SPK menjadi AKPER.  Dalam perkembangan dunia pendidikan, akhirnya pada tahun 2006 Akademi Kesehatan (AKPER, AKL, AKFIS) Muhammadiyah Palembang bergabung menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Palembang yang disahkan dalam SK Mendiknas 214/D/O/2006 tanggal 08 September 2006 dengan penambahan Program Studi Ilmu Keperawatan dan Program Studi DIII Kebidanan.  Dan sampai sekarang STIKes Muhammadiyah Palembang memiliki 7 (tujuh) Program Studi.

VISI

Menjadikan Program Studi Ilmu Keperawatan sebuah rujukan bagi pengembangan keilmuan keperawatan yang unggul dibidang Kegawatdaruratan dengan mengutamakan aspek Islami, Berkemajuan dan Berdaya saing.

MISI

  1. Menyelenggarakan tata kelola dan manajemen Program Studi yang profesional dan Islami dengan mengedepankan akuntabilitas dan transparansi serta mutu pelayanan.
  2. Menyelenggarakan proses pendidikan keperawatan level sarjana yang berorientasi pada kompetensi Profesional dan didasari oleh nilai-nilai keislaman secara nasional dan internasional, serta didukung oleh sumber daya yang terstandarisasi, suasana akademik dan lahan praktik yang kondusif.
  3. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan IPTEK keperawatan dalam mendorong tercapainya kemaslahatan umat.
  4. Menyelenggarakan upaya pengembangkan pengabdian masyarakat dengan penerapan Asuhan Keperawatan Islami serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat sesuai dengan kebijakan pemerintah dibidang kesehatan.
  5. Mengembangkan kerjasama di lintas sektor dalam peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagai wujud membangun bangsa.

Tujuan

  1. Semua mahasiswa dan lulusan dapat mengembangkan keperawatan unggulan di bidang kegawatdaruratan dan mampu berbahasa inggris secara aktif maupun pasif.
  2. Meningkatkan mutu lulusan yang dapat lulus uji kompetensi baik nasional maupun global.
  3. Meningkatkan Lulusan yang berdaya serap kerja baik nasional maupun global

Translate »